Klik Disini Pasti Untung - Iklan Sponsor

Tampilkan postingan dengan label dan menikah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dan menikah. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Maret 2010

Mendeteksi Sinyal Cinta

Membaca isyarat hati sendiri lebih mudah daripada orang lain. Ketika hati mulai dag-dig-dug tak keruan saat bertemu dengannya, Anda bisa memastikan tertarik dengannya. Atau ketika Anda tidak bisa mengendalikan diri untuk menghubunginya, Anda tidak bisa mengelak bahwa Anda menyukainya. Namun, juga ingin tahu bagaimana isi hatinya kepada Anda. Apakah dia juga memiliki rasa cinta yang sama besar?

Ada berbagai cara untuk mendeteksi apakah si dia memiliki getaran yang sama dengan Anda. Salah satunya dengan cermat membaca gerakan tubuhnya. Menurut ahli body language, Patty Wood, penulis Success Signal, bahasa tubuh akan menyampaikan pesan yang tak terungkap lewat kata-kata. ”Sinyal nonverbal ini jauh lebih jujur dari ucapan. Karena gerakan ini merupakan reaksi spontan dari perasaan kita, itu sebabnya gerakan tubuh tidak bisa dikendalikan. Karena tidak dibuat-buat, makanya terkesan alami dan sering tanpa disadari dilakukan oleh pasangan,” kata Patty.

Ada enam cara untuk mengetahui apakah sinyal cintanya kuat kepada Anda.

Gerak-gerik Anda dan Dia Sama Persis
Ketika Anda menyilangkan tangan, dia juga melakukan hal yang sama. Saat Anda menjulurkan tangan untuk mengambil sesuatu, eh, dia juga. Anda dan dia tentu tidak janjian untuk melakukan gerakan yang sama. Semua mengalir begitu saja. Tanpa rekayasa dan kebetulan. Menurut David B Givens, PhD, Direktur Centre for Nonverbal Studies di Amerika, ketika ada ketertarikan dan minat, secara biologis, manusia memang punya kecenderungan untuk meniru segala hal yang menarik hatinya.

Ingin Selalu Duduk Berdekatan
Anda sedang berkumpul dengan teman-teman lain, termasuk dia. Namanya sudah punya rasa, tentu Anda ingin selalu duduk berdekatan dengannya. Tapi, bagaimana dengan dirinya? Coba perhatikan, apakah dia terlihat berusaha ingin duduk di sebelah Anda? Jika ya, tidak salah lagi, dia memang tertarik kepada Anda. Ada sinyal cinta antara Anda dan dirinya. Sinyal inilah yang membuat Anda dan dia selalu ingin berdekatan, bahkan sesekali ingin saling menyentuh.

Ingin Saling Memandang
Ketika Anda bersama dirinya dan teman-teman lain, apakah matanya selalu mengikuti ke mana Anda pergi? Apakah dia sering mencuri pandang ke arah Anda? Kalau ya, itu menandakan ketertarikannya yang besar. Dia selalu ingin tahu apa yang Anda lakukan dan rasakan. Atau sekadar menikmati setiap detik guratan pada wajah Anda. Seperti Anda, dia juga sedang mencari sinyal cinta yang Anda kirimkan untuknya, yang akan terpancar dari sorot mata.

Punya Kode Khusus
Ketika hubungan telah terjalin, Anda dan si dia menciptakan sinyal-sinyal rahasia yang hanya dapat dimengerti oleh Anda berdua. Misalnya, menarik cuping telinga saat merasa bosan di tengah kerumunan beberapa teman. Atau menaikkan alis mata sebagai kode dari si dia agar Anda duduk di dekatnya.

Tindakan nonverbal ini kerap disebut sebagai tribal language. ”Pasangan yang sudah sangat dekat biasanya punya kecenderungan untuk menciptakan tribal language,” kata Douglas Weiss, penulis Intimacy: A 100 Guide to Lasting Relationship. Douglas juga mengatakan, kode-kode ini juga yang membuat kita saling mengenal reaksi masing-masing, seperti ekspresi muka dan gerakan tangan.

Untuk Anda ketahui, biasanya orang lain bisa melihat tribal language ini meski mereka tidak mengetahui artinya. Tanpa diberi tahu bahwa Anda dan si dia sedang menjalin hubungan, mereka bisa melihat hasrat itu. Jadi, jika Anda tetap bersikeras mengaku bahwa Anda dan dirinya hanya berteman, percuma saja. Karena sinyal cinta tidak bisa berbohong.

Mata Berbinar Saat Bicara
Coba lirik mata si dia saat berbicara dengan Anda. Apakah terlihat membesar atau berbinar? Apabila jawabnya ya, selamat, itu artinya Anda telah menemukan sinyal cinta darinya. Bola mata yang berbinar atau membesar umumnya terjadi pada pasangan yang punya jalinan emosi kuat. Biasanya, bola mata akan selalu membesar kala saling menatap, yang menjadi pertanda saling mengagumi.

Menyalurkan Cinta
Awalnya mungkin Anda merasa aneh ketika harus mengelus pipinya untuk menunjukkan rasa sayang. Membetulkan letak kerah kemeja yang tidak terlipat dengan benar. Atau menarik sehelai rambut dari wajahnya. Tapi percaya atau tidak, secara tidak sadar, gerak tubuh yang satu ini mampu menguatkan getaran cinta yang sudah ada. Dengan berani mengekspresikan perasaan Anda, akan membuat pasangan mengerti akan sinyal cinta yang Anda miliki.

read more..

Selasa, 09 Maret 2010

"Sayang, Kita Kapan Nikahnya?"

Bertahun-tahun menjalin hubungan cinta tanpa kejelasan arah memang bisa bikin siapa saja jadi senewen. Hanya saja, bagaimana cara yang tepat untuk mengajak si dia melangkah ke pelaminan? Efektifkan strategi memberikan deadline dan ultimatum agar dia lekas-lekas menentukan sikap?

Jangan Ragu Mencari Kepastian
Menginjak usia tertentu, sebenarnya setiap orang sudah bisa mengetahui, atau paling tidak bisa mengira-ngira tentang apa yang hendak dicarinya ketika menjalin hubungan. Menurut Roslina Verauli, psikolog dari RS Pondok Indah Jakarta, pada umur sekitar 20 tahunan, rata-rata perempuan sudah mencari kekasih untuk dijadikan calon pendamping hidup.

"Untuk masalah pernikahan, perempuan memiliki patokan berupa 'biological clock' dan '
sociological clock'," ujar Roslina yang akrab dipanggil Vera. Yang pertama adalah kondisi tubuh secara biologis, yang akan memengaruhi kemungkinan perempuan tersebut untuk memiliki keturunan. Yang kedua adalah batas usia tertentu yang menurut pandangan masyarakat sudah mencapai kesiapan umur untuk menikah.

Menurut Vera, jika memang Anda sudah lelah melakukan petualangan cinta dan merasa sudah waktunya menemukan pendamping hidup, maka tak perlu menunggu lama untuk menjajaki ke mana sebenarnya hubungan cinta Anda akan mengarah, "Ajak pasangan berdiskusi mengenai masa depan hubungan. Jangan ragu, karena ini semata-mata adalah demi kebaikan diri Anda dan dia. Setiap orang berhak memilih yang terbaik dalam hidupnya, bukan?" Vera meyakinkan.

It's Complicated = Bermasalah dengan Komitmen
Sebagai langkah awal, Anda bisa terlebih dulu menakar kesiapan pasangan dengan mengajaknya berdiskusi tentang masa depannya sendiri. "Tanyakan apa yang ada dalam rencananya dalam waktu beberapa tahun ke depan. Jika dia hanya berbicara tentang karier atau kehidupan pribadi tanpa mengungkit keinginannya untuk berkeluarga, maka besar kemungkinan ia memang belum ingin menikah. Terlebih apabila ia sering terlihat gugup atau mengalihkan topik obrolan yang mengarah pada pernikahan," ujar Vera.

Jika Anda memang berniat membawa hubungan ke tahap serius, katakan saja terus terang kepadanya. Secara baik-baik, tanyakan penyebab dia enggan menikah." Jangan percaya alasan 'belum mapan' atau 'ada masalah keluarga'. Boleh jadi alasan sebenarnya adalah karena dia merasa Anda bukan perempuan yang cocok, dia punya perempuan idaman lain, atau karena kekasih Anda mengidap sindrom peter pan complex, yang membuatnya menghindari tanggung jawab dan ingin selamanya bebas dari kewajiban," kata Vera.

Yang harus dilakukan selanjutnya adalah bertanya kepada diri sendiri, apakah Anda bersedia terus menjalani hubungan yang tidak mengarah ke mana-mana, alias hubungan berstatus "it's complicated", seperti status dalam situs Facebook? Pasalnya, menurut Vera, sebenarnya suatu hubungan cinta yang sehat tidak akan pernah berkembang menjadi hubungan yang rumit atau complicated, apabila salah satu pihak tidak memiliki masalah dalam berkomitmen dengan pasangannya.

Lebih Efektif Mengultimatum Diri Sendiri
Lantas, bolehkah memberikan ultimatum kepada pasangan yang masih memiliki pendirian tidak tetap soal pernikahan? "Sebenarnya, berdiskusi itu lebih efektif ketimbang memberikan ultimatum. Pasalnya, dengan berdiskusi, Anda bisa mencari tahu akar permasalahan yang membuat si dia enggan menikah. Lagipula, bukankah akan lebih afdol apabila sebuah komitmen dilandasi oleh niat baik dari kedua belah pihak, ketimbang didasari sebuah paksaan?" kata Vera.

Namun, apabila diskusi dengannya tak kunjung sampai pada titik yang Anda harapkan, maka sah-sah saja memberikan ultimatum kepadanya. Misal, "Kalau kamu tidak berniat menikahi saya, lebih baik kita putus saja," jika ia minta waktu untuk berpikir, maka berikanlah tenggat waktu yang kira-kira cukup baginya. Bersikaplah tegas untuk melaksanakan konsekuensi yang Anda katakan apabila tenggat waktu itu usai dan dia masih belum juga menentukan sikap. Artinya, menyudahi hubungan Anda dengannya.

"Ketegasan sikap tersebut menentukan nilai diri Anda di hadapan pasangan dan seberapa besar Anda menghargai diri sendiri. Apabila Anda sampai berulang kali memberikan ultimatum dan berulang kali pula tidak menaati konsekuensinya, maka ultimatum Anda berikutnya tak ubahnya menjadi sebuah ancaman kosong," ucap Vera.

Makanya, akan lebih efektif apabila Anda memberikan ultimatum kepada diri sendiri. Berikan tenggat waktu kepada diri Anda sendiri untuk menanti kesiapan pasangan. Bila ia memang tidak mampu memenuhi harapan Anda, maka tak perlu mengulur waktu untuk berpaling ke lain hati. Jangan takut menyesal dan khawatir tidak menemukan pria pengganti yang sekualitas. Lebih baik menjajal kemungkinan baru ketimbang memaksakan diri berada di samping pria yang tak berniat mendampingi Anda seumur hidup, kan?

read more..

Minggu, 07 Maret 2010

Syariat Islam Mengenai Cinta & Menikah Tanpa Cinta

Cinta seorang laki-laki kepada wanita dan cinta wanita kepada laki-laki adalah perasaan yang manusiawi yang bersumber dari fitrah yang diciptakan Alloh Subhanallohu wa Ta’ala di dalam jiwa manusia, yaitu kecenderungan kepada lawan jenisnya ketika telah mencapai kematangan pikiran dan fisiknya. Sebagaimana Firman Alloh Subhanallohu wa Ta’ala, yang artinya: "Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendir , supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya , dan dijadikan-Nya diantara kamu rasa kasih sayang .Sesungguhnya pada yang demikian itu benar- benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir” (QS. Ar Rum: 21)

Cinta pada dasarnya adalah bukanlah sesuatu yang kotor, karena kekotoran dan kesucian tergantung dari bingkainya. Ada bingkai yang suci dan halal dan ada bingkai yang kotor dan haram. Cinta mengandung segala makna kasih sayang, keharmonisan, penghargaan dan kerinduan, disamping mengandung persiapan untuk menempuh kehiduapan dikala suka dan duka, lapang dan sempit.

Cinta Adalah Fitrah Yang Suci
Cinta bukanlah hanya sebuah ketertarikan secara fisik saja. Ketertarikan secara fisik hanyalah permulaan cinta bukan puncaknya.Dan sudah fitrah manusia untuk menyukai keindahan.Tapi disamping keindahan bentuk dan rupa harus disertai keindahan kepribadian dengan akhlak yang baik.

Islam adalah agama fitrah karena itulah islam tidaklah membelenggu perasaan manusia.Islam tidaklah mengingkari perasaan cinta yang tumbuh pada diri seorang manusia .Akan tetapi islam mengajarkan pada manusia untuk menjaga perasaan cinta itu dijaga , dirawat dan dilindungi dari segala kehinaan dan apa saja yang mengotorinya.

Islam mebersihkan dan mengarahkan perasaan cinta dan mengajarkan bahwa sebelum dilaksanakan akad nikah harus bersih dari persentuhan yang haram.

Menikah Tanpa Cinta
Adakalanya sebuah pernikahan terjadi tanpa dilandasi oleh cinta. Mereka berpendapat bahwa cinta itu bisa muncul setelah pernikahan. Islam memandang bahwa faktor ketertarikan merupakan faktor yang tidak bisa diabaikan begitu saja.Islam melarang seorang wali menikahkan seorang gadis tanpa persetujuannya dan menghalanginya untuk memilih lelaki yang disukainya seperti yang termuat dalam Al Qur'an dan Al Hadist

Firman Alloh Subhanallohu wa Ta’ala, yang artinya: "Maka janganlah kamu (para wali) menghalangi mereka kawin dengan bakal suaminya" (QS. Al Baqarah: 232)

"Dari Ibnu Abbas rodhiyallahu anhu , bahwa seorang wanita datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alahi wa sallam , lalu ia memberitahukan bahwa ayahnya telah menikahkannya padahal ia tidak suka , lalu Rasulullah shalallahu ‘alahi wa sallam memberikan hak kepadanya untuk memilih” (HR Abu Daud)

Karena yang menjalani sebuah pernikahan adalah kedua pasangan itu bukanlah wali mereka.

Selain itu seorang yang hendak menikah hendaknyalah melihat dahulu calon pasangannya seperti termuat dalam hadist: "Apabila salah seorang dari kamu meminang seorang wanita maka tidaklah dosa atasnya untuk melihatnya, jika melihatnya itu untuk meminang, meskipun wanita itu tidak melihatnya" (HR. Imam Ahmad)

Memang benar dalam beberapa kasus, pasangan yang menikah tanpa didasari cinta bisa mempertahankan pernikahannya. Tapi apakah hal ini selalu terjadi, bagaimana bila yang terjadi adalah sebuah neraka pernikahan, kedua pasangan saling membenci dan saling mencaci maki satu sama lain. Sebuah pernikahan dalam islam diharapkan dapat memayungi pasangan itu untuk menikmati kehidupan yang penuh cinta dan kasih sayang dengan mengikat diri dalam sebuah perjanjian suci yang diberikan Alloh Subhanallohu wa Ta’ala. Karena itulah rasa cinta dan kasih sayang ini sudah sepantasnya merupakan hal yang harus diperhatikan sebelum kedua pasangan mengikat diri dalam pernikahan. Karena inilah salah satu kunci kebahagian yang hakiki dalam mensikapi problematika rumah tangga nantinya.

read more..