Brondong disini bukanlah popcorn alias jagung manis, melainkan sebutan untuk pemuda-pemuda remaja yang menjadi incaran para tante girang. Sebuah cerita yang mengisahkan persaingan para wanita pengincar brondong.
Film brondong pertama yang membuka sisi kehidupan tiga anak muda yang ingin mencari peruntungan lewat mendekati para ‘tante girang’. Tante Lolita yang diperankan Bella Saphira sangat berambisi ingin mengalahkan tante Misye (Andy Soraya) dalam hal harta dan pasangan.
Nah, gara-gara gengsi kalah bersaing dengan Tante Misye yang memamerkan brondong barunya dalam sebuah acara arisan ibu-ibu kalangan atas, Tante Lolita mengajak teman-temannya untuk membuat arisan khusus ‘berhadiah’ brondong supaya tidak ketinggalan mode.
Maka mulailah Tante Lolita, Jeung Uut, dan Tante Anis melakukan perburuan mencari brondong berkualitas terbaik yang bisa dipamerkan didepan Tante Misye. Namun nyatanya mencari brondong bermutu tidaklah mudah, kendati mereka berani membayar honor sebesar sepuluh juta rupiah untuk pesta semalam.
Sampai akhirnya mereka bertemu Rian, pemuda 18 tahun ,yang tengah berupaya mencari kerja sambilan apa saja. Pasalnya, Rian berpacaran dengan Tika, anak keluarga kaya raya, hingga ia pun ingin mengimbangi kemewahan sang pacar.
Tertarik pada ketampanan dan kepolosan Rian, Tante Lolita pun memaksanya menjadi brondong yang akan dihadiahkan dalam arisan para tante girang.
Dua teman kos Rian yakni Bagus dan Jaja mencurigai penampilan Rian yang mulai berubah parlente. Ternyata Rian menjadi simpanan tante-tante.
Namun profesi brondong tidaklah seindah khayalan birahi mereka, apalagi karena mereka bertiga masih sangat amatir dan naif dalam menghadapi tante-tante yang punya keinginan ‘macam-macam’ (berlebihan).
Walaupun jadi brondong, Rian berusaha tetap setia pada kekasihnya Tika (anak Tante Lolita). Tak urung Tika pun mencurigai tingkah laku aneh Rian belakangan ini. Akhirnya Tika mengetahui, bahwa Rian menjadi simpanan ibunya.
Jumat, 12 Maret 2010
Arisan Brondong (Resensi Film)
Selasa, 02 Maret 2010
CANTIK LAHIR BATIN (OUTER and INNER BEAUTY)
Senantiasa tampil cantik dan menawan adalah dambaan setiap insan. Berbagai perawatan dilakukan demi meraih penampilan yang diinginkan. Dari metode tradisional hingga terapi yang paling mutakhir, banyak tersedia untuk mewujudkan impian tersebut. Aktivitas ini tidak hanya dilakukan kaum Hawa. Kaum Adam memiliki kecenderungan yang sama. Fenomena pria metroseksual adalah satu bukti.
Mengejar penampilan jasmani tidak disalahkan dalam agama. Selain merupakan fitrah yang manusiawi, Allah SWT pun menyenangi hambanya yang memerhatikan penampilan karena Ia Mahaindah dan mencintai keindahan.
Hanya saja, penampilan fisik ini bukanlah segala-galanya. Kecantikan fisik bisa memudar seiring dengan berjalannya waktu dan bertambahnya usia. Maka, ada satu hal yang akan menjaga nilai kecantikan ini agar tidak pernah sirna, yaitu menghidupkan kecantikan rohani yang bersumber dari relung kesalehan hati.
Kecantikan rohani ini akan memancar jika pemiliknya mampu menjaga kebersihan hati dan menghilangkan penyakit-penyakitnya. Betapa besarnya peran dan fungsi hati dalam membentuk kepribadian. Dalam sebuah hadis Rasulullah SAW berujar, ''Ketahuilah di dalam tubuh itu ada segumpal daging. Bila ia baik, maka baik pulalah seluruh perbuatannya. Dan, apabila ia rusak, maka rusak pulalah seluruh perbuatannya. Ketahuilah itu adalah hati.'' (HR Bukhari dan Muslim).
Seluruh pikiran, perkataan, dan perbuatan adalah buah akhlak yang dikendalikan oleh hati. Ketika seorang Muslim memahami hakikat hidup di dunia, hatinya akan segera bertindak untuk mempercantik diri dengan akhlak mulia sesuai tuntunan Rasulullah serta mencampakkan tindakan tercela berupa syirik, iri, dengki, dan takabbur.
Untuk menghadirkan kecantikan rohani, kaum Muslim tidak perlu merogoh uang saku yang banyak untuk perawatan. Hanya perlu memperbanyak amal saleh dan menjauhi segala bentuk perbuatan maksiat dan menggantinya dengan dzikir pada Allah SWT.
Suatu ketika Ibnu Abbas mengatakan, ''Sesungguhnya amal kebaikan itu akan memancarkan cahaya dalam hati, membersitkan sinar pada wajah, kekuatan pada tubuh, kelimpahan dalam rezeki, dan menumbuhkan rasa cinta di hati manusia kepadanya.''
Apabila kita telah tersadar untuk mempercantik diri secara lahiriah dengan busana dan perawatan tubuh yang sesuai dengan aturan Allah SWT, mari kita sempurnakan dengan mempercantik mata hati kita agar lebih dicintai Allah SWT dan seluruh makhluknya.